Love For All Hatred For None, Kecintaan untuk Semua Orang, Kebencian Tidak untuk Siapapun

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Sabtu, 06 Februari 2010

Ahmadiyah di Eropa

Islam mulai diperkenalkan kepada masyarakat Eropa oleh Jemaat Ahmadiyah ialah pada tahun 1907, yaitu ketika ada salah seorang wanita berkebangsaan Jerman bernama Mrs. Carolyn memeluk Islam setelah membaca tulisan Pendiri Jemaat Ahmadiyah yang ditujukan kepada bangsa Eropa. Sekarang, pusat-pusat dakwah Islam dan masjid-masjid Islam yang dikembangkan dan dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah telah berdiri di seluruh negara Eropa kecuali di Latvia, Slowakia dan Yunani. Namun demikian, di Yunani ada juga anggota tersiar Jemaat Ahmadiyah yang kebanyakan dari mereka terdiri dari kebangsaan Arab dan Yunani.

Jemaat Ahmadiyah mulai sangat populer dan dikenal oleh masyarakat Eropa ialah sejak Jemaat Ahmadiyah berhasil membangun dan meresmikan sebuah masjid, yaitu masjid Basyarat, di negara Spanyol pada tanggal 10 September 1982. Pendirian Masjid Basyarat di kota Pedro Abad Spanyol ini sangat mengejutkan masyarakat Spanyol khususnya, dan Eropa pada umumnya, karena masjid itu merupakan masjid Islam pertama dibangun di Spanyol dalam rentang waktu 750 tahun sejak musnahnya kejayaan Islam dinegara itu. Lalu, 21 tahun kemudian, tepatnya tahun 2003, masyarakat Eropa kembali dikejutkan oleh berita dibangunnya masjid Islam termegah dan terbesar di Eropa Barat oleh Jemaat Ahmadiyah, yaitu Masjid Baitul Futuh, di kota Morden, London, Inggris. Majalah berkala di Inggris “The Informer” menyebut masjid Baitul Futuh sebagai salah satu bangunan dari 50 bangunan terkenal di dunia.

Masyarakat Eropa juga dibuat tercengang dan kagum ketika media-media Eropa memberitakan bahwa Jemaat Ahmadiyah di Jerman dalam kurun waktu 50 tahun kedepan akan membangun 100 buah masjid di seluruh Jerman. Salah satunya yang telah sangat menggemparkan masyarakat Jerman, khususnya masyarakat kota Berlin, ialah pembangunan Masjid Khadijah di Kota Berlin oleh Jemaat Ahmadiyah yang peresmiannya dilakukan pada akhir 2008 yang lalu. Disusul kemudian dengan berita peresmian masjid Mubarak yang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah di kota Saint Prix, Paris Prancis.

Namun demikian, ajaran Islam yang disuguhkan oleh Jemaat Ahmadiyah di seluruh negara di daratan Eropa, dengan motto-nya LOVE for ALL, HATRED for NONE, kecintaan untuk semua orang, kebencian tidak kepada siapapun, nyaris tidak mendapatkan penentangan. Berikut adalah negara-negara Eropa dimana Jemaat Ahmadiyah telah mendirikan masjid-masjid dan pusat-pusat dakwah Islam (sebagian):

1. Albania
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1934 Masehi.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Awwal di ibukota Albania Tirana. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di kota Tirana.
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah Darul Falah di Tirana.
2. Austria
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1936
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community Austria
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah di kota Wina
3. Belgia
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1982
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community Belgium
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah Aziz Mission House di kota Antwerp
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Islam Mosque di Ibukota Brussels Belgia yang merupakan masjid Islam pertama yang pernah dibangun di Belgia.
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah Baitul Salam Mission House di kota Dilbeek, sebuah kota di pinggiran Ibukota Brussels.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitur Raheem Mosque di kota Hasselt
  • Menerbitkan majalah bulanan ‘As-Salam’ yang terbit secara reguler dalam bahasa Urdu, bahasa Belanda dan dalam bahasa Prancis.
  • Memiliki ruang pameran dan perpustakaan di Brussels.
  • Memiliki sarana produksi siaran televisi untuk dakwah di Brussels.
4. Bosnia and Herzegovina
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1996
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah Baitul Salam Mission House di kota Sarajevo.
5. Bulgaria
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1992
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah di kota Sofia
  • Saat ini terdapat lebih dari 4,000 Ahmadi di Bulgaria
6. Denmark
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1959
  • Memiliki masjid yang diberi nama Nusrat Jehan Mosque di kota Copenhagen yang dibangun pada tahun 1967.
  • Pada tahun 1960-an, Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia pernah singgah ke masjid Nusrat Jehan dan diterima oleh Muballigh Ahmadiyah untuk kawasan Skandinavia Tuan Sayyid Kamal Yusuf.
  • Abdus Salam Madsen, seorang Ahmadi berkebangsaan Denmark, menterjemahkan al-Qur’an kedalam bahasa Denmark: Bahasa Dansk.
7. Prancis
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1946
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community France
  • Memiliki masjid yang diberi nama Mubarak Mosque di Saint Prix, Paris.
  • Memiliki Kantor Pusat Dakwah yang diberi nama Baitus Salam Mission House di Paris.
  • Mencetak dan menerbitkan al-Quran dan terjemahan dalam bahasa Prancis.
  • Memiliki Sarana Produksi siaran Televisi dan memproduksi secara reguler acara-acara siaran dakwah Islam dalam bahasa Prancis disiarkan melalui Muslim TV Ahmadiyah International siaran Bahasa Prancis yang tayang setiap hari.
8. Jerman
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1923, di kota Berlin.
  • Memiliki kantor pusat Jemaat Ahmadiyah/ German Headquarter Baitus Sabuh di kota Frankfurt.
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community Germany
  • Memproyeksikan akan membangun 100 buah lebih masjid di seluruh Jerman dalam jangka waktu 50 tahun kedepan.
  • Berencana mendirikan sekolah Muballigh Jamia Ahmadiyya Germany yang akan direalisasikan pada tahun 2009-2010 di Riedstadt, di dekat kota Darmstadt.
  • Mencetak dan menerbitkan al-Quran dalam bahasa Jerman.
  • Memiliki sarana produksi siaran televisi standar professional berikut studio shooting dan editing di Frankfurt. Memproduksi berbagai acara siaran dakwah Islam dalam bahasa Jerman dan disiarkan melalui siaran TV Muslim Ahmadiyah International dalam bahasa Jerman yang tayang setiap hari.
Jemaat Ahmadiyah juga telah mendirikan masjid dan pusat-pusat dakwah Islam di beberapa kota dan wilayah lainnya di Jerman:

Di Wilayah Bavaria
  • Memiliki Pusat Dakwah / Gebetszentrum di kota Augsburg.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Aleem Mosque di kota Würzburg.
Di kota Berlin
  • Memiliki masjid yang diberi nama Khadija Mosque yang dibangun dan diresmikan pada tahun 2008 di kota Berlin yang merupakan masjid Islam pertama yang pernah dibangun di kota Berlin.
Khalifah kedua Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmood Ahmad menginginkan masjid tersebut dibangun dizaman beliau dan dana untuk proyek pembangunan masjid ini dikumpulkan dan disumbangkan oleh Lajnah Imaillah / Kaum wanita Ahmadiyah di Pakistan dan negara-negara sekitarnya. Namun dikarenakan oleh terjadinya krisis moneter global yang menyebabkan meningkatnya biaya pembangunan maka uang yang telah terkumpul dialihkan ke London dimana Jemaat Ahmadiyah juga membangun masjid Al-Fadhal, yaitu masjid Islam pertama di negara Inggris, atau juga masjid Islam pertama yang dibangun oleh Ahmadiyah diluar Pakistan, India dan Bangladesh, dan merupakan pusat misi dakwah Islam dengan skala besar yang dibangun oleh Ahmadiyah (tahun 1912) diluar anak benua India dan benua Asia.

Pada tahun 2008, Jemaat Ahmadiyah juga menerima sumbangan pengorbanan harta dan keuangan dari Lajna Imaillah atau Kaum Wanita Ahmadiyah di Jerman dan kaum wanita ahmadiyah di negara-negara lainnya. Dana itu kemudian diputuskan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Ahmadiyah yang sekarang, untuk pembangunan masjid di kota Berlin.

Telah terjadi demo penolakan adanya pembangunan masjid ini yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat kota Berlin. Hal itu terjadi karena adanya rasa phobia/ketakutan orang-orang Eropa terhadap Islam, akan tetapi kemudian pembangunan masjid itu dapat dilanjutkan hingga selesai. Bahkan pada saat acara peresmiannya, pejabat-pejabat kota Berlin juga turut hadir memberikan ‘pengesahan’ pembangunan masjid tersebut setelah mendengar penjelasan tentang Islam dari pihak Jemaat Ahmadiyah bahwa Jemaat Ahmadiyah sama sekali tidak memilki hubungan dengan gerakan terorisme atau kegiatan jihad radikal. Bahkan sebaliknya Jemaat Ahmadiyah memiliki motto “Love for All Hatred for None”. Dengan demikian keinginan Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmood Ahmad ra Khalifah Ahmadiyah yang kedua telah menjadi sempurna.

Masjid ini kemudian diberi nama masjid Khadijah, untuk mengenang seluruh pengorbanan dan sumbangan kaum wanita Ahmadiyah di seluruh dunia yang telah ikut serta memberikan sumbangan dana pembangunan masjid ini, disamping nama Khadijah juga adalah nama salah seorang istri Nabi Muhammad Saw.

Di Wilayah Bremen
  • Memilki sebuah masjid yang diberi nama Nasir Mosque di Bremen.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Wakeel Mosque di Bremerhaven.
Di Kota Hamburg
  • Memiliki masjid yang diberi nama Fazle-Omar Mosque di kota Hamburg. Masjid ini merupakan masjid Islam pertama di Jerman dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah. Juga merupakan masjid Islam pertama yang dibangun di Jerman sejak Perang Dunia II.
  • Memiliki masjid lain yang diberi nama Baitur Rashid Mosque di Hamburg.
Di Wilayah Hesse
  • Memiliki masjid yang diberi nama Nuur-ud-Din Mosque di Darmstadt.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Qayyum Mosque di Frankfurt am Main.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitus Sabuh di Frankfurt am Main.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Noor Mosque di Frankfurt am Main. Masjid ini terkenal di Frankfurt karena mantan Juara Tinju Dunia Kelas Berat dari Amerika Muhammad Ali telah berkunjung dan shalat di masjid ini.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Shakoor Mosque di Groß-Gerau.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Zafar Mosque di Immenhausen.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Aziz Mosque di Riedstadt.
  • Memiliki pusat dakwah Islam / Gebetszentrum di Schlüchtern.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Huda Mosque yang dibangun tahun 2004 di kota Usingen.
Di Wilayah Lower Saxony
  • Memiliki pusat dakwah Islam / Gebetszentrum di Hannover.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Basharat Mosque di Osnabrück.
Di Wilayah North Rhine-Westphalia
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitun Nasr Mosque di Cologne.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Mu’min Mosque di Münster-Hiltrup.
Di Wilayah Rhineland-Palitanate
  • Memiliki masjid yang diberi nama Tahir Mosque di kota Koblenz
  • Memiliki masjid yang diberi nama Hamd Mosque di kota Wittlich
Di Wilayah Schleswig-Holstein
  • Memiliki masjid yang diberi nama Habib Mosque di kota Kiel.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Mahdi Abad Mosque di kota Nahe.
9. Irlandia
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 2001
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community UK & Ireland
  • Memiliki pusat dakwah Islam Ahmadiyya Mission House di Galway
10. Kosovo
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1947
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community Kosovo
  • Pusat Dakwah Islam Ahmadiyya Center sedang dibangun di Kosovo
11. Belanda
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1947
  • Memiliki Website: Ahmadiyya Muslim Community Holland
  • Memiliki masjid yang diberi nama Mubarak Mosque di kota The Hague / Den Haag. Pembangunan masjid ini diresmikan oleh Sir Muhammad Zafrulla Khan, seorang Ahmadi, yang pada waktu itu sedang menjabat sebagai Ketua dan Kepala Hakim pada the International Court of Justice / Mahkamah International di The Hague / Den Haag.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitun Nur Mosque di kota Nunspeet.
  • Mencetak dan menerbitkan al-Quran dalam bahasa Belanda.
12. Norwegia
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1957
  • Memiliki masjid yang diberi nama Noor Mosque in Oslo August 1, 1980
  • Sebuah masjid baru dalam ukuran besar sedang dalam perencanaan pembangunan di jalan menuju Bandara International Oslo, Norwegia. Masjid ini akan menjadi masjid Islam terbesar di Norwegia jika pembangunannya telah selesai nanti.
  • Memiliki sarana produksi dan studio siaran televisi dan radio dakwah dalam bahasa Norwegia di masjid Nur kota Oslo yang dikelola oleh Khuddamul Ahmadiyya / para pemuda Ahmadiyah Norwegia. Siaran setiap hari.
13. Portugal
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1957
  • Memiliki Pusat dakwah Islam / Ahmadiyya Mission House
14. Spanyol
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1946
  • Memiliki Website: Comunidad Ahmadía en España
  • Memiliki masjid yang diberi nama Mezquita Basharat (Basharat Mosque), yang merupakan masjid Islam pertama yang dibangun di Spanyol dalam kurun waktu 750 tahun sejak runtuhnya kejayaan Islam di Spanyol, dibangun di kota Pedro Abad tahun 1982 diresmikan pada tanggal 10 September 1982.
  • Mencetak dan menerbitkan al-Quran dalam bahasa Spanyol.
15. Swedia
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1956
  • Memiliki Website: [www.ahmadiyya.se]
  • Memiliki masjid yang diberi nama Nasir Mosque di Gothenborg. Masjid ini dibangun pada tahun 1963, dirombak total dengan bentuk dan model yang sekarang pada tahun 2003.
  • Mencetak dan menerbitkan al-Quran dalam bahasa Swedia.
16. Swiss
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1956
  • Memiliki Website: [www.ahmadiyya.ch]
  • Memiliki masjid yang diberi nama Mahmood Mosque yang dibangun di kota Zürich pada tahun 1963.
  • Memiliki pusat dakwah Islam / Ahmadiyya mission house di kota St. Gallen
  • Memiliki pusat dakwah Islam / Ahmadiyya mission house di kota Basel Landshaft
17. United Kingdom
  • Jemaat Ahmadiyah mulai berdiri di negara ini pada tahun 1912. Sekarang menjadi pusat Jemaat Ahmadiyah International / the International Headquarters of the Ahmadiyya Community.
  • Memiliki Website: [www.ahmadiyya.org.uk]
  • Pusat dakwah Islam dalam skala besar yang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah diluar Pakistan/India/Bangladesh dibangun di London pada tahun 1912.
  • Orang berkebangsaan Inggris pertama yang memeluk Islam melalui dakwah Islam oleh Jemaat Ahmadiyah adalah Mr. G. Sparrow.
  • Terjemahan Al-Quran pertamakali kedalam bahasa Inggris dilakukan oleh ulama Islam Ahmadiyah Maulawi Sher Ali.
  • Menerbitkan dan mencetak al-Quran dengan terjemahan dalam bahasa Inggris dengan beberapa versi. Ada versi tebal terjemah dan tafsir 30 juz terdiri dari 5 jilid, ada versi singkat terdiri dari 1 jilid terjemah dan tafsir al-Quran 30 juz.
  • Menerbitkan majalah bulanan Review of Religion.
  • Memiliki masjid baru yang diberi nama Al-Mahdi Mosque 2009 yang lalu diresmikan.
  • Memiliki tempat/lahan tanah/kebun yang sangat luas yang diberi nama Hadiqatul Mahdi di Alton dengan beberapa hall besar untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara Pertemuan Tahunan International yang juga kerap dihadiri oleh para pejabat dari berbagai negara.
  • Memiliki tempat/lahan tanah yang luas yang diberi nama Islamabad, di Tilford, Surrey, yang sebelumnya sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan acara dakwah International.
  • Memiliki stasiun televisi dakwah dengan nama Muslim Television Ahmadiyya (MTA) yang siaran pertama kali pada tanggal 21 Agustus 1992.
  • Memiliki Jamia Ahmadiyya (Sekolah Pendidikan Muballigh/Da’i) di kota Colliers Wood (London).
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Mu’eed Mosque di Cambridge, UK
  • Memiliki masjid diberi nama Earlsfield Mosque di Earlsfield
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitur Rahman Mosque di Glasgow
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitus Salam Mosque di Islamabad (Tilford)
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Ikram Mosque di Leicester
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Islam Mosque di Scunthorpe
  • Memiliki pusat dakwah Islam / Ahmadiyya Center di Tooting
Di beberapa kota dan wilayah lainnya di Inggris Jemaat Ahmadiyah juga telah mendirikan masjid-masjid dan pusat-pusat dakwah Islam diantaranya:

Greater London
  • Masjid Islam pertama di London dibangun pada tahun 1924, yaitu masjid Al-Fadhal. Masjid ini hingga sekarang menjadi satu-satunya masjid yang memiliki ciri khas dengan sebutan ‘The London Mosque’ / Masjid London. Masjid ini menjadi Pusat Jemaat Ahmadiyah International.
  • Masjid Islam terbesar dan termegah di Eropa Barat dibangun pada tahun 2003, yaitu masjid Baitul Futuh “Masjid Kemenangan” yang sekarang dijadikan sebagai Pusat Jemaat Ahmadiyah International secara penuh. Dalam sebuah majalah berkala “The Informer” masjid Baitul Futuh ditulis sebagai salah satu bangunan dari 50 bangunan terkenal di dunia.
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Ahad Mosque di East London
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitus Salam Mosque di Southall
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitun Noor Mosque di Hounslow
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitus Subhan Mosque di Croydon
Gillingham
  • Memiliki masjid yang diberi nama Nasir Hall.
Oxford
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Shukoor Mosque.
Birmingham
  • Memiliki masjid yang diberi nama Darul Barakaat Mosque, dibuka dan diresmikan pada tahun 2004.
Bradford
  • Memiliki masjid yang diberi nama aitul Hamd Mosque.
Manchester
  • Memiliki masjid yang diberi nama Darul Aman Mosque.
Sheffield
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitul Aafiat Mosque.
Huddersfield
  • Memiliki masjid yang diberi nama Baitus Samad Mosque.
Hartlepool
  • Memiliki masjid yang diberi nama Nasir Mosque Hartlepool.
Sumber Rujukan:
  1. Wikipedia: List of Ahmadiyya Muslim Community buildings and structures
  2. Ahmadiyya Centenary 1889, UK
  3. Ahmadiyya Muslim Mosques Around the World - A Pictorial Presentation (Khilafat Centenary Edition) by the USA Ahmadiyya Muslim Community
  4. Muslim Sunrise, Summer 2006, Second Issue of the year 2006
  5. Souvenir 50 Years 2nd Khilafat, 9th Annual Ijteema Majlis Khuddamul Ahmadiyya Karachi.
  6. Tahrik Jadid, A Tabshir Publication edited by Nuruddin Muneer MA

Jumat, 05 Februari 2010

Da'wah Islam di Eropa oleh Jemaat Ahmadiyah

 
Masih banyak yang keliru beranggapan, bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah golongan diluar Islam, sesat dan menyesatkan. Anggapan ini sama sekali jauh dari kebenaran, dan hanya didasarkan pada persangkaan dan dugaan. Apa yang sedang terus dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah, sejak didirikan pada tahun 1889 hingga sekarang, justru membela dan mengagungkan agama Islam.Tulisan berikut ini menerangkan hanya sebagian dari sekian banyak kiprah, yang telah dan sedang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah di seluruh penjuru dunia, untuk keagungan dan kejayaan Agama Islam.

Sejak runtuhnya kejayaan Islam di negara Spanyol, selama beratus-ratus tahun lamanya, daratan Eropa tidak pernah lagi tersentuh oleh dakwah Islam. Setidaknya hingga pada masa perang dunia kedua, tidak pernah ada lagi orang Islam yang pernah mencoba membuka dakwah di daratan Eropa.

Untuk meneruskan missi dakwah kenabian Nabi Muhammad Saw itulah, Jemaat Ahmadiyah melakukan dakwah Islam kepada segenap bangsa Eropa di berbagai negara di Benua Eropa. Dimulai pada tahun 1913, jauh sebelum masa perang dunia kedua, Jemaat Ahmadiyah telah mengirimkan muballighnya yang pertama ke Eropa, yaitu Choudry Fatah Muhammad Sayyal. Choudry Fatah Muhammad Sayyal, mendarat di kota London, dan memperkenalkan agama Islam kepada Bangsa Eropa melalui masyarakat kota London.

Da’wah Choudry Fatah Muhammad Sayyal di kota London, berhasil membuka jalan bagi berdirinya missi Agama Islam di daratan Eropa untuk kemudian tersebarnya dakwah kenabian Nabi Muhammad Saw kepada bangsa-bangsa Eropa lainnya.

Berkat keberhasilan Da’wah Choudry Fatah Muhammad Sayyal, pada tanggal 19 Oktober 1924, Imam Jemaat Ahmadiyah ketika itu, yaitu Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, meletakkan batu pondasi pertama pembangunan Masjid Alfadhal, di daerah Southfield, London.

Dan kemudian pada tanggal 3 Oktober 1926, masjid Al-Fadhal ini dibuka dan diresmikan. Masjid Al-Fadhal ini bukan hanya merupakan masjid Islam pertama di negara Inggris, tetapi juga merupakan masjid Islam pertama yang pernah dibangun di daratan Eropa, sejak masa runtuhnya kejayaan Islam di Spanyol. Dari sekian banyak negara di Eropa, dakwah Islam yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah.di negara Inggris dan Jerman adalah yang paling pesat perkembangan

Di negara Inggris, setiap tahun progres dakwahnya memperoleh kemajuan demi kemajuan. Jemaat Ahmadiyah berhasil mendirikan masjid-masjid dengan berbagai bentuk dan ukuran di berbagai sudut kota di wilayah Inggris Raya. Sebagian masjid yang telah selesai dibangun, segera diresmikan dengan mengundang para pejabat dan anggota masyarakat setempat, agar mereka dapat mengenal dan mengetahui agama Islam secara lebih dekat. Dan setelah diresmikan masjid pun segera digunakan baik untuk kegiatan beribadah maupun untuk kegiatan berdakwah. Sebagian masjid lainnya ada yang masih dalam proses pembangunan, dan sebagian lainnya lagi masih dalam perencanaan.

Pada tahun 2003, Jemaat Ahmadiyah bahkan berhasil membangun masjid Islam terbesar dan termegah di Eropa Barat, yaitu masjid Baitul Futuh, yang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah di kota Morden, London. Peletakan batu pondasi pertama masjid Baitul Futuh ini dilakukan pada tanggal 19 Oktober 1999, oleh Imam Jamaat Ahmadiyah yang ke IV yaitu Hadhrat Mirza Tahir Ahmad.

Masjid Baitul Futuh ini memiliki ruang shalat baik untuk jamaah pria maupun wanita yang sangat luas yang mampu menampung hingga 10 ribu jamaah. Ruang shalatnya yang luas di desain sedemikian rupa sehingga para jamaah benar-benar merasa nyaman dan khusuk beribadah.

Sebelumnya, komplek dan bangunan ini merupakan sebuah pabrik susu yang dibeli oleh Jemaat Ahmadiyah dengan harga 2,2 juta poundsterling, atau sekitar 32 miliar rupiah, dengan luas komplek 5,2 hektar. Bangunan ini kemudian dirombak total menjadi sebuah masjid yang megah. Total biaya pembangunan masjidnya mencapai 5 juta poundsterling, atau sekitar 72 miliar lebih, yang dikumpulkan dari hasil sumbangan dan iuran para anggota Jemaat Ahmadiyah di seluruh Inggris.

Di ruang shalat utama untuk kaum pria, selain ada mimbar untuk Imam dan Khatib, ruang utama untuk shalat ini juga dilengkapi dengan beberapa panggung khusus untuk camera, untuk menyiarkan acara khutbah Jumat secara live ke seluruh penjuru dunia melalui Televisi Muslim Ahmadiyah International. Ruang shalat untuk kaum pria dibangun dua lantai. Lantai kedua, diperuntukkan terutama bagi pria yang sudah lanjut usia yang sudah tidak dapat melakukan sahalat dengan cara berdiri. Oleh karena itu untuk menuju ke lantai dua ini, selain disediakan tangga biasa, disediakan juga tangga lift untuk mereka yang sudah lanjut usia dan di ruang shalat manula ini disediakan kursi-kursi untukmereka yang sudah tidak dapat melakukan shalat dengan cara berdiri karena sudah renta.

Di bagian lain, yaitu dilantai dasar masjid ini, juga dibangun ruang lain yang sangat luas, yaitu ruang shalat khusus untuk kaum wanita. Ukuran ruangannya, tidak berbeda dengan ukuran ruangan shalat untuk kaum pria. Di ruang shalat kaum wanita ini, disediakan juga ruangan shalat khusus yang kedap suara. Ruang shalat kedap suara ini diperuntukan khusus untuk kaum wanita yang membawa anak-anak balita. Ruang shalat ini sengaja didesain kedap suara agar suara tangis balita tidak mengganggu jamaah yang lainnya.

Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan mesin pengatur suhu ruangan. Pada musim panas, jamaah yang beribadah di masjid ini tetap dapat beribadah dengan suhu yang sejuk dan nyaman. Demikian sebaliknya pada musim dingin, mesin pengatur suhu ini dapat memberikan suhu yang hangat ke seluruh ruangan shalat sehingga para Jamaah dapat tetap nyaman beribadah. Suhu yang diproduksi oleh mesin ini disalurkan melalui tiang-tiang yang ada di seluruh sudut ruangan masjid, tiang-tiang di masjid Baitul Futuh ini didisain sedemikian rupa, yaitu dipasang pipa dan pentilasi khusus sehingga tiang tiang ini dapat memancarkan suhu udara sesuai dengan yang dibutuhkan.

Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan toilet dan tempat wudhu yang modern. Lampu-lampu di ruang wudhu misalanya, adalah lampu-lampu magnetic otomatis. Lampu secara otomatis akan segera menyala pada saat ada jamaah masuk ke ruang wudhu atau toilet. Dan lampu akan mati dengan sendirinya jika dalam ruang wudhu sama sekali sudah tidak ada jamaah yang menggunakan.

Demikian juga kran-kran air untuk berwudhu, di masjid Baitul Futuh ini digunakan kran-kran air otomatis. Kran secara otomatis mengeluarkan air tanpa harus memutar atau menekan tombol apapun. Air akan dengan sendirinya mengucur keluar pada saat tangan para jamaah berada didekat kran, dan air akan berhenti sendiri pada saat kran selesai digunakan.

Selain memiliki ruangan-ruangan yang luas untuk beribadah, Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan dakwah. Diantaranya ada ruang perkantoran untuk mengurus berbagai keperluan dakwah yang gedungnya dibangun di bagian lain Masjid Baitul Futuh. Selain ada kantor tabligh, atau kantor untuk merancang berbagai kegiatan dakwah, masjid Baitul Futuh ini juga memiliki ruangan-ruangan untuk kantor lainnya.

Ada kantor keuangan, kantor untuk mengelola dan mengatur keuangan organisasi baik uang yang masuk dari iuran pengorbanan dan infak dari para anggota Jemaat Ahmadiyah di Inggris, maupun uang yang keluar untuk berbagai kegiatan organisasi dan kegiatan dakwah. Dan juga ada ruang administrasi, untuk mengatur berbagai urusan administrasi organisasi. Kantor ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kebutuhan dan perlengkapan kantor yang modern. Ruang kantor administrasi ini juga dilengkapi dengan ruang tamu, baik untuk tamu intern maupun tamu lain yang berkunjung ke kantor ini.

Kantor lainnya yang tersedia di masjid Baitul Futuh ini ialah kantor khusus untuk Panitia tetap Jalsa Salanah, atau Panitia tetap acara pertemuan tahunan International yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Kantor inilah yang mengatur dan merancang suksesnya kegiatan Jalsah atau pertemuan tahunan International, mereka mengatur tamu-tamu yang datang dari berbagai negara diseluruh dunia, dan mengundang pejabat-pejabat penting pemerintahan dari berbagai negara baik muslim maupun non muslim, sehingga pertemuan tahunan itu juga menjadi bagian lain dari kegiatan dakwah Islam yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada masyarakat yang non muslim.

Kantor lainnya yang tersedia di masjid Baitul Futuh ini adalah kantor khusus untuk Lajnah, atau Badan Organisasi Wanita Ahmadiyah, dan Kentor Khudamul Ahmadiyah, atau Badan Organisasi Pemuda Ahmadiyah Inggris. Kantor Badan Pemuda Ahmadiyah Inggris juga memiliki fasilitas kantor yang tidak kalah lengkapnya dengan kantor-kantor lainnya yang ada di masjid ini.

Kantor di masjid Baitul Futuh ini juga memiliki ruangan khusus untuk rapat pengurus Jemaat Ahmadiyah Inggris. Di ruangan rapat ini secara rutin dibahas dan dirancang berbagai permasalahan organisasi termasuk rancangan-rancangan rencana kegiatan dakwah di negara Inggris.

Selain memiliki ruang khusus untuk percetakan dan penerbitan media-media dakwah, Masjid Baitul Futuh ini juga dilengkapi dengan sarana studio control siaran televisi, untuk menyiarkan berbagai kegiatan dakwah yang berlangsung di masjid ini dengan siaran menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Studio siaran Televisi di Masjid Baitul Futuh ini memiliki berbagai fasilitas penunjang siaran. Ada ruangan studio yang luas, ruangan penerjemahan siaran ke dalam berbagai bahasa, ruangan untuk editing, ruangan grafis dan animasi, serta ruang kontrol siaran dengan peralatan siaran standar professional. Dari studio inilah, berbagai acara siaran dakwah, disiarkan ke seluruh dunia dengan menggunakan lebih dari 7 satelit digital, dengan nama siaran MTA International, atau Televisi Muslim Ahmadiyah International.

Untuk keperluan dakwah, masjid ini juga memiliki ruangan lain yang sangat luas, yaitu ruang auditorium khusus untuk kegiatan dakwah. Ruang yang diberi nama Tahir Hall ini bisa menampung ratusan orang dan sengaja dibangun berdampingan dengan ruang shalat masjid ini untuk keperluan dakwah. Sekarang diruangan ini secara rutin diselenggarakan berbagai kegiatan dakwah kepada masyarakat Inggris. Diantaranya kegiatan seminar, simposium dan kegiatan-kegiatan dakwah lainnya dengan mengundang berbagai kalangan non muslim, baik para pejabat penting di Inggris, maupun masyarakat biasa lainnya. Melalui acara-acara dakwah seperti inilah, ajaran Islam, dan ajaran Nabi Muhammad Saw diperkenalkan kepada masyarakat Inggris.

Sekarang, masjid Baitul Futuh ini telah menjadi salah satu bangunan penting yang dihormati oleh masyarakat Morden, tidak saja hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah shalat 5 waktu dan shalat Jumaat saja, masjid Baitul Futuh ini juga telah menjadi pusat kajian Islam bagi masyarakat Eropa, dan pusat untuk kegiatan-kegiatan dialog antar agama.

Da’wah Islam oleh Jemaat Ahmadiyah di Inggris dilancarakan dengan berbagai cara. Salah seorang muballigh Ahmadiyah yang bertugas di Croydon yaitu Rana Mashood Ahmad menerangkan bahwa ia dan beberapa pengurus Ahmadiyah secara rutin melakukan kunjungan kepada teman dan kenalan yang non-muslim dan membina pertemanan dengan mereka secara baik sehingga perlahan-lahan mereka dapat mengetahui ajaran Islam dengan tanpa penuh curiga. Kunjungan juga dilakukan ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah, untuk menerangkan Islam yang sebenarnya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Muballigh Rana Mashood juga menerangkan bahwa Ahmadiyah juga kerap menggelar acara seminar, sympoisum bersama tokoh-tokoh dari berbagai agama lainnya. Menurut Rana, disatu sisi banyak sekali kritikan yang tajam terhadap Islam terkait peristiwa terorisme diberbagai belahan dunia yang mengatasnamakan Islam, tetapi disisi lain hal itu justru menciptakan peluang dan kesempatan untuk berdakwah, karena banyak teman, shabat dan kenalan yang non muslim, baik secara individu maupun melalui lembaga-lembaga dimana mereka bekerja atau berkecimpung seperti sekolah-sekolah, yang meminta keterangan tentang Islam yang sebenarnya.

Da’wah Islam di wilayah Inggris Raya yang dilancarkan oleh Jemaat Ahmadiyah tidak hanya diarahkan kepada masyarakat biasa di Inggris, akan tetapi juga kepada masayarakat Inggris lainnya dari berbagai kalangan, baik dari kalangan bisnisman, para wakil rakyat di parlemen, hingga kepada para pejabat pemerintahan baik pemerintahan tingkat lokal maupun level nasional. Banyak kalangan termasuk dari kalangan pejabat di parlemen maupun di pemerintahan Inggris, mendapatkan kesan positif tentang Ajaran Islam yang diperkenalkan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada mereka.

Dari sekian banyak pejabat yang telah mendapatkan penerangan tentang Islam dari Jemaat Ahmadiyah, banyak dari antara mereka yang kemudian masuk kedalam agama Islam melalui Jemaat Ahmadiyah. Salah satunya adalah Tuan David Galagan, Deputy Mayor Wilayah London Borough. Ia sangat terkesan oleh Islam dan kemudian masuk kedalam pangkuan Islam melalui Jemaat Ahmadiyah.

Sementara itu di negara Jerman, progres da’wah Islam oleh Jemaat Ahmadiyah juga berkembang sangat pesat. Masjid-masjid Islam telah berhasil dibangun dan didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah hampir diseluruh kota di Jerman. Bahkan pada tahun 2008 yang lalu, Jemaat Ahmadiyah telah berhasil meresmikan masjid Islam pertama di kota Berlin, sebuah kota Komunis di Jerman yang mayoritas masyarakatnya sangat menaruh antipati kepada Islam.

Oleh karena itu Pembangunan masjid Islam di kota Berlin ini, sangat mengejutkan masyarakat setempat. Sekelompok masyarakat Berlin bahkan melakukan aksi protes untuk menolak adanya pembangunan masjid di Berlin ini. Namun demikian, pemerintah dan masyarakat kota Berlin kemudian memberikan izin kepada Jemaat Ahmadiyah untuk meneruskan pendirian masjid ini, setelah mereka mendengarkan penjelasan dari Ahmadiyah tentang agama Islam yang sebenarnya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Ini membuktikan bahwa Islam yang diperkenalkan oleh Jemaat Ahmadiyah kepada masyarakat Jerman, adalah agama Islam yang sesungguhnya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, yaitu agama yang penuh dengan cinta kasih dan kedamaian, tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi siapa pun.

Masjid yang cukup megah yang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah di kota Berlin diberi nama masjid Khadijah. Diberi nama Khadijah karena dana pembangunan masjid ini dikumpulkan oleh kaum wanita Ahmadiyah di negara Jerman. Arsitek yang merancang dan mendisain pembangunan masjid Khadijah ini juga adalah seorang wanita Ahmadiyah di Jerman. Kenyataan ini menggambarkan bahwa betapa kaum wanita Ahmadiyah di Jerman juga sangat gigih dalam melakukan kegiatan Dakwah Islam. 

Di negara-negara Eropa lainnya, dakwah Islam yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah tidak kalah pesatnya. Di Prancis misalnya, pada tahun 2009 yang lalu Jemaat Ahmadiyah juga meresmikan sebuah masjid kira-kira 20 KM di sebelah utara kota Paris, yaitu di Saint Prix. Negara yang sangat ketat memberlakukan aturan-aturan agama terlebih yang ber "bau" Islam ini semula sangat pelit memberikan izin untuk berdirinya sebuah masjid Islam. Akan tetapi belakangan Jemaat Ahmadiyah berhasil meyakinkan pemerintahan Prancis bahwa Islam yang diamalkan dan didakwahkan oleh Jemaat Ahmadiyah adalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw yaitu agama yang rahmatan lil alamin, alias agama pemberi rahmat dan kasih sayang kepada semesta alam dan seisinya.

Di Eropa Utara, yaitu di daratan Skandinavia seperti di Denmark, Swedia dan Norwegia, Jemaat Ahmadiyah juga mengembangkan dakwah Islam dengan sangat gigih. Masyarakat Eropa Utara yang terkenal sangat tinggi ego dan sifat individualisnya tidak menjadi hambatan bagi Ahmadiyah untuk terus mengembangkan dakwah dan menyebarkan Tauhid Islam Laa ilaaha illallah Muhammadarrosuulullah di wilayah itu. Berbagai kegiatan dakwah terus dirancang, dan pendekatan dengan masyarakat setempat pun terus menerus dilakukan sehingga mereka tidak alergi terhadap Islam. Hasilnya, setiap hari masjid-masjid yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah di ketiga negara di Skandinavia ini setiap hari dikunjungi oleh masyarakat setempat yang ingin mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya. [dna/kemang]